RSS

Thursday, March 21, 2013

Second Chance part3



The sound of the alarm from the clock beside Woohyun woke the handsome man up from his deep slumber. He yawned and stretched himself for several moments before walked out from his bed and walked towards his desk at the bedroom and picked out a photo frame.
A photo of him and Seokyung that smiled happily in their school’s music room at their graduation day.

Their high school’s music room held so many sweet memories of him and Seokyung. There, both of them met each other for the first time. There, both of them spent so many times together. And there…was the place where they became lovers, the place where Woohyun confessed his love for Seokyung.

Tuesday, March 19, 2013

Second Chance part2


Dark…

Where was he? Why he couldn’t see anything? What happened here?

Woohyun looked around warily when he realized that he was in a strange, dark place now. The place where he was stood now was so dark, to the point that he couldn’t see anything at all. He didn’t know why, but this darkness made him uneasy, made him…scared.

Suddenly Woohyun saw a light in front of him. Without another thought, the handsome black haired man ran towards the light, felt satisfied and relieved that at least there was a place where he could see a light. He didn’t need a long time to arrive at the light that he saw and when he arrived there, Woohyun immediately froze.

He saw a girl, a cute girl to be exact. The cute girl has tiny eyes, chubby cheeks, dark brown hair that flowed down her shoulder, and white fair skin that made her looked so beautiful and perfect. For Woohyun, he really felt that he saw angel in front of him. The girl sat at the white snowy ground, stared to something unknown in front of her.

And Woohyun knew...

Winter Promise

Suasana musim dingin sangat terasa di malam yang sunyi itu. Salju berjatuhan dari langit malam yang gelap. Butir-butir salju itu seolah-olah berdansa dengan lembut saat mereka berjatuhan dari langit, diterbangkan oleh angin yang berhembus dari waktu ke waktu. Alunan musik lembut terdengar di dalam café yang didominasi warna putih itu. Seorang gadis berambut hitam pendek dengan pita berwarna putih yang menghiasi rambutnya duduk di sebuah kursi di sudut café itu. Matanya mengamati orang-orang yang berlalu lalang dari balik jendela kaca besar yang memisahkan dirinya yang berada di dalam café dengan orang-orang yang berada di luar café itu. Sebuah senyum lembut tersungging di bibirnya saat dia melihat beberapa pasangan kekasih yang saling berpelukan atau sekedar bergandengan tangan di luar café itu, mengingat kalau sebentar lagi dia juga akan merasakan perasaan yang sekilas kedengaran tidak berarti tapi begitu membahagiakan…perasaan bahagia karena bisa bersama dengan seseorang yang sudah tidak ditemuinya selama beberapa waktu. 

Suasana musim dingin empat tahun yang lalu adalah suasana yang sangat meresahkan untuknya. Saat itu dia selalu bertanya kenapa dia bisa melakukan hal seperti ini? Kenapa dia…ingin menunggu kedatangan lelaki itu kembali? Perasaan resah saat ditinggalkan bukanlah perasaan yang membahagiakan, apalagi sesuatu yang sangat ingin dia rasakan. Apa bagusnya ditinggalkan? Apa ada hal yang membahagiakan dari perasaan seseorang yang ditinggalkan? Tidak. Tidak ada yang menyenangkan. Tidak ada yang membahagiakan. Dan jelas…itu bukanlah perasaan yang ingin dia rasakan…apalagi untuk waktu selama empat tahun.

Saturday, March 16, 2013

We Will Be Together Forever part1


 Cast: Cho Kyuhyun (Super Junior)
        : Seo Joohyun/Seohyun (Girls' Generation/SNSD)
        :And other cast
      
Disclaimer: Semua nama idol yang ada di fanfic ini bukan milik saya. Mereka terikat kontrak dengan agensi mereka masing-masing dan merupakan milik orangtua, keluarga, fans mereka masing-masing, dan Tuhan YME. Saya hanya meminjam nama mereka dan menggunakannya sebagai karakter di fic ini.

I hope you enjoy ^^

--
“Hihihi….”

Suara tawa hambar tanpa emosi itu bergaung di rumah besar yang kosong itu. Di sebuah ruangan besar yang didominasi oleh warna putih, seorang namja berambut cokelat duduk di tepi ranjang. Sebuah seringai kegilaan tersungging di wajahnya. Tangannya menggenggam erat sebuah pisau dapur, yang kini telah berhiaskan warna merah darah yang berasal dari goresan-goresan panjang merah darah di tangan pucat namja itu.

Namja berambut cokelat yang bernama Lee Kyuhyun itu kembali tertawa geli, sebuah tawa geli yang sebenarnya malah terkesan begitu dingin dan seram saat dia menggoreskan pisau yang dipegangnya ke tangannya sekali lagi, menambah jumlah goresan berdarah di tangannya yang kini sudah penuh dengan aliran darah yang mengalir bagaikan sungai. Bola mata hitam yang terlihat kosong dan suram itu memandang kagum pada aliran-aliran cairan darah yang mengalir di tangannya itu. Kyuhyun segera membawa tangannya ke mulutnya dan menjilat darahnya sendiri, tersenyum saat merasakan rasa metal darah yang mengalir di tangannya.

Ya, Kyuhyun suka sekali merasakan rasa darahnya yang terasa begitu pahit di lidahnya itu. Dia suka melihat goresan-goresan pisau di tangannya itu. Indah…dia merasa warna merah yang berpadu dengan warna putih tangannya itu begitu indah. Kyuhyun memandang ke hadapannya, ke arah cermin yang berada di hadapannya. Dia kembali tersenyum saat dia melihat penampilannya yang sudah begitu hancur-hancuran, seperti orang yang tak punya tujuan hidup, seperti orang gila yang tak mengerti apa-apa….

Oh, bukan seperti…dia memang sudah gila….

Dia sudah gila sejak dongsaeng kesayangannya, sejak Lee Seohyun, dongsaeng tercintanya itu meninggalkannya, untuk pergi dan berbahagia bersama orang lain.

Second Chance part1


 Based from JYJ’s  song and MV-In Heaven

Cast: Kim Seokyung (OC)
       : Nam Woohyun (Infinite)

Dislclaimer: Every Idol or song that I used in this fanfiction are not mine. They are sign a contract with their agency, and is his/her parents', families', their fans', and The Almighty God. I just borrow their name to make this fanfic ^^.
I hope you enjoy
-- 

“I am just asking you to spend a little more time with me! Is it too difficult for you? For God’s sake, Woohyun! You seem to avoid me all week!”

“I am sorry, Kyu-noona, but can’t you understand my condition now? I am busy! This is my first time to be the leader of the meeting! It must be perfect! I promise to you that I will make it up to you once it is done.”

“Bullshit!” Seokyung screamed. “Don’t you care about me at all? Are you not afraid that I will leave you because your ignorance to me, Nam Woohyun-ssi?”
And that was the last straw for Woohyun.

“Fine!” he also screamed to Seokyung, made the brown haired girl startled and became silent immediately. “If you want to leave me, leave me then! I am tired with you, Kim Seokyung! Now it’s up to you, whether you want to leave me, go die, or whatever you want to do, I don’t care about it anymore!”

--